Character Building : Agama // Proposal Kegiatan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Negara Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat nomor 4 di dunia. Dengan kepadatan penduduk tersebut, Indonesia tidak terlepas dari kemiskinan. Kemiskinan di Indonesia dapat berdampak buruk bagi negara dan masyarakatnya. Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia, menyebabkan banyaknya anak yang lahir di lura nikah dan di asuh oleh panti asuhan. Selain tingkat hamil diluar nikah yang tinggi, kemiskinan juga menyebakan gizi buruk pada masyarakat Indonesia.
Sebagai manusia yang mempunyai akal budi, kita seharusnya bisa saling membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal. Kita bisa membantu mereka dengan hal-hal kecil seperti membantu mereka dengan memberikan bantuan sosial seperti sembako atau pakaian kita yang masih layak pakai bisa kita sumbangkan untuk mereka yang lebih membutuhkan.
Bantuan-bantuan yang telah diberikan pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia juga telah banyak membantu masyarakat miskin tetap bisa merasakan sekolah dan fasilitas kesehatan yang memadai. Bantuan dari pihak individu, organisasi mapun komunitas  juga sudah banyak terjadi seperti adanya pembangunan rumah singgah untuk anak - anak jalanan, rumah belajar bersama dll. Salah satu contohnya adalah Roemah tawon, merupakan sebuah komunitas yang menampung pengamen atau anak anak yang diharuskan bekerja sehingga tidak mempunyai waktu untuk bersekolah. Komunitas ini memberikan fasilitas seperti pengajaran gratis, perpustakaan umum, wc, dan lainnya layaknya fasilitas yang seharusnya dirasakan oleh anak-anak seusianya dan dibangun secara gotong royong. 

Oleh karena itu kami ingin membantu anak anak yang ada di Roemah Tawon dengan memberikan semangat serta dampingan yang membantu mereka memperluas pengetahuan mereka dan membantu mereka mewujudkan mimpinya dengan dorongan positif yang kami lakukan. 


1.2  Permasalahan

Membantu orang-orang yang kurang beruntung dengan memberikan bantuan sosial dalam bentuk apapun itu kepada orang yang berhak mendapatkannya agar dapat meringankan beban mereka.

1.3  Tujuan kegiatan
  1.   1.     Memberi bantuan sosial ke organisasi non - profit (Roemah Tawon)
     2.     Mengunjungi Roemah Tawon
     3.     Menghibur serta memberikan semangat kepada anak - anak di Roemah Tawon




BAB II
Metode Kegiatan

2.1 Metode kegiatan

            Metode yang akan kami gunakan adalah kami akan bergabung dengan komunitas keagamaan yang akan memberikan bantuan sosial kepada Roemah tawon ini, Kami akan ikut menyumbangkan barang barang yang di butuhkan seperti Alat tulis dan buku - buku bacaan dan yang masih layak pakai. Selain memberikan bantuan sosial, kami juga akan melakukan kunjungan untuk menghibur anak-anak di sana agar mereka bisa merasakan kebahagiaan.

            Dengan memberikan bantuan dan kunjungan ini diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang tergerak hatinya untuk ikut dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung seperti anak - anak yang berada di Roemah Tawon ini. Dengan memberikan bantuan seperti alat tulis dan buku bacaan kita telah memberikan mereka kebahagiaan.





BAB III
KONSEP
3.1 Konsep

Pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen), berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September 2017. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.
Selama periode Maret 2017–September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401,28 ribu orang (dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang (dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017).
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 73,35 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 73,31 persen.
Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, daging sapi, telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, dan gula pasir. Sementara komoditi nonmakanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.
Upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemiskinan antara lain dengan cara selalu peduli kepada sesama tanpa memandang perbedaan adanya perbedaan pada hakekatnya kita semua sama di mata tuhan. Selain itu, juga dapat dilakukan melalui pendidikan karena orang yang berpendidikan lebih punya pikiran yang lebih luas dan kritis, membantu masyarakat meningkatkan kualitas diri sebagai manusia sehingga mampu untuk masuk dan dapat bersain di dunia kerja, serta mampu meningkatkan kreativitas.
Dengan adanya masalah kemiskinan karena ekonomi yang buruk di Indonesia mempengaruhi beberapa aktivitas contohnya pada aktivitas di bidang pendidikan, seperti tidak adanya kesetaraan dalam bidang pendidikan. Pendidikan di Jakarta sangat berbeda sekali dengan yang ada di papua sana dari segi fasilitas, sumber daya manusia, teknologi, pembangunan dll. Dengan adanya masalah ini selain pemerintah yang terus berupaya agar kesetaraan pendidikan dapat terwujud kami mengharapkan warga Indonesia juga turut membantu dengan cara menyumbangkan alat - alat tulis, pakaian layak, buku sekolah, volunteer yang bersedia mengabdi serta komunitas atau organisasi yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 






BAB IV
Penutup

4.1 Pentup

            Sebagai masyarakat Indonesia ada baiknya kita saling membantu antar masyarakat agar kita dapat memberikan yang terbaik bagi negara kita. Membantu dengan hal kecil dalam lingkungan sosial, contohnya bisa seperti ikut menjadi volunteer dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada di sekitar kita. Atau bisa melalui pihak-pihak yang terpercaya untuk mengumpulkan sumbangan bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan. Agar mereka merasakan hidup yang nyaman dan layak seperti kita. 

BAB V
Lampiran



















Komentar